Posted by: bramatian on: Juli 7, 2010
IDEALISME MAHASISWA DAN PERUBAHAN NEGERI INI
Sebuah Essay Bertemakan Arti Dari Seorang Mahasiswa
Mendengar kata mahasiswa, tentu yang tergambar dalam benak kita adalah sosok cerdas, dinamis, dan penuh ide kreatif. Secara umum, terdapat dua kategori mahasiswa yang didasarkan pada karakter dan pilihan sadar mahasiswa itu sendiri.
Pertama, mahasiswa akademis adalah mahasiswa yang menjadikan kuliah sebagai kewajiban; aktif kuliah dengan presensi yang lengkap, tugas kuliah diselesaikan dengan baik, kuliah tepat waktu dengan indeks prestasi akademik yang sempurna alias cum laude.
Kedua, mahasiswa aktivis adalah mahasiswa yang lebih memilih aktif di luar bangku kuliah dengan berproses di organisasi kemahasiswaan baik intra maupun ekstrakampus; indeks prestasi akademik yang pas-pasan, masa kuliah yang tidak pasti bahkan nyaris drop out (DO).
Dari dua tipe yang berseberangan tersebut, tampak jelas fenomena kehidupan mahasiswa. Apabila ia termasuk dalam kategori pertama, maka jalan yang ia lalui selama masa kuliah tidak jauh dari lingkaran kos dan kampus.
Sedangkan jika ia termasuk dalam kategori kedua banyak jalan yang ia lalui di luar kampus selama masa kuliah. Tidak hanya aspek kepribadian, pada model pergaulannya pun kedua kategori mahasiswa (baca: akademis dan aktivis) tersebut jauh berbeda.
Idealnya mahasiswa memiliki kehidupan yang seimbang antara aktivitas akademik dan nonakademik. Dengan begitu, ketika lulus, yang diperoleh bukan hanya gelar melainkan juga peningkatan kualitas diri sehingga memiliki daya saing ketika terjun ke dunia nyata.
Mahasiswa adalah gelar yang diberikan pada seseorang yang menuntut jenjang pendidikan lebih tinggi setelah melalui 12 tahun pendidikan di bangku SD, SMP, dan SMA. Sebagai mahasiswa, tentu memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa putih abu-abu. Di samping mahasiswa sebagai pelajar, mahasiswa dituntut senantiasa menuangkan ide kreatifnya, berpikir kritis dalam menyikapi fakta di masyarakat dan menjadi agen perubah (agent of change) untuk mengantarkan masyarakat pada kondisi yang lebih baik.
Tidak ada yang tidak berubah di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, begitu pula bangsa kita. Saat ini bangsa kita sedang terpuruk dan lemah. Namun suatu saat akan datang masanya dimana bangsa ini bangkit dan memimpin peradaban manusia. Karena kepemimpinan itu seperti roda, ada gilirannya di atas dan ada saatnya di bawah. Saat itu pasti akan datang karena selalu ada orang-orang yang bekerja untuk itu, untuk perubahan. Kalau bukan kita, maka akan ada orang lain.
Sejarah telah mencatat bahwa perubahan-perubahan besar yang pernah terjadi pada suatu bangsa pasti dilatarbelakangi oleh pemuda yang menjadi anak bangsanya.
Mahasiswa memiliki idealismenya sendiri. Idealisme yang sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan untuk kampus, masyarakat, bahkan untuk negara ini. Idealisme yang masih murni tanpa terikat pada institusi apa pun, akan semakin lengkap dengan pemikiran yang bebas dari belenggu kepentingan golongan mana pun. Bisa dibayangkan, kepada siapa lagi rakyat akan bertumpu jika krisis kepercayaan terhadap para pemimpin telah melanda negeri ini.
Mahasiswa memiliki kapasitas keilmuan lebih dan jumlah mereka sedikit. Sebenarnya, merekalah yang paling bisa diharapkan untuk memimpin perubahan bangsa ini. Karena itu, mahasiswa, tanpa ada hak menolak, telah dibebani tiga buah peran:
1) agen perubahan,
2) penjaga nilai, dan
3) cadangan masa depan.
Mahasiswa ideal adalah mereka yang dapat menyadari, memahami, dan menjalankan peran yang diberikan kepada mereka dengan sebaik-baiknya. Mahasiswa ideal bukan hanya dengan menjadi kutu buku dengan ciri kacamata minus tebal, atau yang hanya rajin mengikuti kuliah demi kuliah. Mahasiswa ideal adalah yang juga berani bersentuhan dengan persoalan masyarakat. Namun sentuhannya didasarkan pada cita-cita ideal keilmuan yang bermakna, bukan lepas makna. Sehingga, ketika menjadi corong masyarakat, itu karena memang suara di loudspeaker-nya dibutuhkan pada ruang dan waktu yang tepat.
Mahasiswa ideal adalah yang mampu menampilkan idealismenya dengan cara yang elegan. Mereka mampu melihat secara jelas cara yang terbaik mengekspresikan idenya. Mereka melihat bahwa cara-cara yang banyak dilakukan selama ini bukanlah sesuatu yang ideal.
Singkatnya, menjadi mahasiswa ideal adalah mereka yang mampu membaca dan memperhitungkan dampak dari aksi-aksi mereka, termasuk dampak berupa pandangan masyarakat luas.
Mahasiswa ideal adalah mereka ingin memecahkan masalah masyarakat tanpa menimbulkan masalah lebih besar seperti yang sering terjadi selama ini. Mahasiswa ideal adalah mereka yang aksinya selalu mempertimbangkan tanggung jawab sebagai harapan orang tua, pemuda harapan umat, calon intelektual negeri, dan pelanjut generasi bangsa.
Mahasiswa berorientasi pada pemberdayaan pemikiran, yaitu yang rajin melakukan pengasahan intelektual. Mereka sadar bahwa mengasah intelektual tentunya tidak bisa dilakukan di jalan raya atau di pintu gerbang kampus.
Mengasah intelektualitas sejatinya dilakukan di meja kelas, di perpustakaan, di pusat-pusat kajian dan pengkaderan. Pengasahan intelektualisme inilah yang merajut mahasiswa untuk memiliki ketajaman berpikir.
Ketajaman berpikir inilah yang kelak diharapkannya sebagai modal penting setelah meninggalkan kampus. Pikiran-pikiran mencerahkan adalah hal yang sangat berguna untuk dibagi ke masyarakat. Singkatnya, mahasiswa ideal adalah mereka yang tercerahkan.
Mahasiswa tidak hanya berdiam diri saja melainkan harus berpikir dan bergerak untuk melakukan perubahan yang mengarah pada kebaikan dan kebenaran. Mahasiswa adalah orang yang cerdas, tentu orang yang cerdas akan memilih menjadi pemain, sedangkan pecundang akan pasrah sebagai penonton dan pengamat. Mahasiswa adalah sosok tumpuan harapan, disini mahasiswa memiliki posisi strategis dalam ajang perubahan.
Dengan berpegang teguh pada idealisme yang berstandar pada kebenaran dan semangat yang berkobar-kobar, perjuangan dan pergerakan yang dilakukan mahasiswa akan mampu mengantarkan bangsa ke gerbang yang lebih baik. Banyak yang bisa mahasiswa lakukan, jadi mulailah dari saat ini, mulailah di sini dan mulailah merubah diri. Mahasiswa adalah pembuat sejarah, jangan hanya mencatat dan belajar sejarah.
Perubahan mungkin belum tentu terjadi walau pun mahasiswa bergerak mengikuti hati nuraninya (idealismenya), tapi perubahan akan benar-benar tidak terjadi jika mahasiswa tidak menyadari perannya sendiri di negeri ini.
essay nya bagus, kosa kata yang digunakan menunjukkan anda seorang yang berilmu:)) congratez for it!! hehe. i’m not the pro one, but i can determine which one good and which one bad. lol;D
semoga kk terus bersemangat n jadi andalan DJP, yg penting jauh2 dari sifat “GAYUS T”, be proud on straight way
Agustus 9, 2010 pada 3:49 am
Gimana, dah jadi anak BEM ya? Departemen apa? Salam ya buat Pak Presma Fredy..